Kamis, 28 Februari 2013

Petualangan singkat berjuta pengalaman di tanah BORNEO

"Indonesia Youth Day, 20-26 Oktober 2012, Sanggau-Kalimantan Barat.."

Tepat 5 bulan yang lalu , aku dan teman-teman Orang Muda Katolik (OMK) se-Keuskupan Agung Semarang berkumpul di Youth Spiritually Center (YSC) untuk mempersiapkan fisik dan mental menuju tanah impian, West Borneo. Sudah berbulan-bulan kami mempersiapkan diri untuk mengikuti perhelatan akbar "Indonesia Youth Day" yang di selenggarakan untuk pertama kalinya dan bertempat di Sanggau, Kalimantan Barat. Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 20-26 Oktober 2012 dan diikuti oleh 37 Keuskupan di seluruh Indonesia.
Pertama kali menginjakkan kaki di tanah Borneo, betapa bahagianya kami. Apalagi kami mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat setempat. Mereka semua sangat ramah dan sangat mengasihi kami semua. Kami semua diperlakukan bak Raja dan Ratu dari Kerajaan Seberang :D
Jadwal pertama kami adalah Live in. Yaitu tinggal dan berbaur dengan kerluarga katolik selama 3 hari. Rombongan kami mendapatkan jatah Live in di Sintang. Sekitar 13 jam perjalanan darat dari bandara Supadio Pontianak tempat kami mendarat. Kami di sambut di Gereja Katedral Sintang. Bahkan sambutan lebih meriah dibandingkan saat kita sampai di bandara. Ada tari-tarian dan pembukaan acara dengan tradisi setempat yaitu minum tuak.
 
 Di sana kami dibagi dalam beberapa kelompok untuk Live in. Dan aku mendapatkan di daerah Kelam. Aku beruntung mendapatkan jatah disitu karena daerah itu adalah yang paling indah pemandangannya dan yang paling banyak tempat wisatanya. Kelompokku terdiri dari peserta dari Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Bogor. Dan sesampainya di Paroki Kelam ternyata maish di bagi lagi untuk beberapa daerah. Jatahku adalah di Stasi Taok tepatnya di rumah Bapak Nadi. Rumah Bapak Nadi lumayan besar dan sudah cukup modern. Dan letaknya tepat di samping Gereja. Beruntungnya lagi, aku tinggal di sana bersama peserta lain jadi aku tidak takut cangung untuk berbaur nantinya. Hehehe.
Keluarga Bapak Nadi sangat hangat. Sangat menyayangi dan tentu mengasihi kami. Beliau memiliki 3 orang putri yang masih kecil dan Unai (sebutan untuk nenek) masih tinggal bersama disitu. Setiap malam kami berdoa Rosario bersama-sama dengan umat lain di Gereja. Kami juga saling berbagi pengalaman dengan masyarakat. Bersama peserta lain kami berwisata ke Wisata Rohani Bukit Kelam, Off Road ke Paroki Lebang dan Rumah panjang Betang. Tapi sayang kami belum sempat mendaki Bukit Kelam karena keterbatasan waktu. Tapi 3 hari itu menjadi sungguh amat sangat menyenangkan bersama mereka. Benar-benar pengalaman sangat indah yang tak akan terlupakan sampai kapanpun. 

"Keluargaku di Kelam, miss them so badly!"
















Selepas Live in kami kembali lagi menuju Sintang. Kami bermalam 1 hari di sana. Mengikuti acara penutupan Live in dan menikmati malam puncak budaya dari berbagai daerah. Dan esoknya kami berangkat menuju Sanggau. Untuk mengikuti acara puncak IYD. Perjalanan darat dari Sintang menuju Sanggau memakan waktu sekitar 7 jam.
Pertama kali kami sampai di Sanggau jadwal kami adalah Pawai Budaya. Kami berpawai dari Kantor Bupati menuju Mega Tenda IYD. Kami benar-benar seperti Artis sehari waktu itu. Kami menggunakan kostum adat daerah kami masing-masing.
Selama 3 hari di Mega Tenda banyak sekali yang kami lakukan. Berkenalan dan jalan-jalan dengan peserta dari daerah-daerah lain. Berbelanja dan berkeliling ke Pasar Tradisional setempat. Mandi massal di kamar mandi umum. Pergelaran budaya dan seminar. Dan tentu masih banyak lagi. Meski cuaca di sana tidak menentu, tapi tidak menghalangi semangat kami untuk beraktivitas setiap detiknya. Rasanya sangat enggan kehilangan 1 detik momen bersama-sama.
Tentu saja banyak sekali pengalaman dan petualangan selama di sana. Menambah banyak teman serta relasi. Sampai sekarang-pun kami masih bertegur sapa seperti waktu itu. Entah kapan kami bisa bertemu serta berkumpul seperti dulu lagi. Aku sangat rindu :')